Terjepit antara dua mimpi.
Terbangun antara dua realita.
Terbangun dalam keadaan tak sadar.
Berlari dalam dudukku.
Tertidur dalam teriakku.
Tak juga ku dapati yang kuingin.
Rantai kaki membelenggu tanganku.
Terjerat keseluruh leherku.
Hingga nafaspun enggan keluar.
Tak dapat juga diriku hidupku sendiri.
Menjauh ternyata mendekat.
Mendekat membuatku rapuh.
Tak ada kebenaran yang ku dapat.
Hanyalah kebimbangan yang ku nikmati.
Rabu, 16 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar